Hadis No. 18
Imam Yahya bin Syaraf An-Nawawi (1233–1277 M)
Teks Arab
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: إِمَامٌ عَادِلٌ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسَاجِدِ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Terjemahan Indonesia
[Bab Naungan Allah] Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah ﷺ bersabda: 'Tujuh golongan yang Allah naungi dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) imam yang adil, (2) pemuda yang tumbuh dalam ibadah, (3) lelaki yang hatinya selalu terikat dengan masjid, (4) dua orang yang saling mencintai karena Allah, (5) lelaki yang diajak wanita berkedudukan dan cantik tetapi menolak karena takut Allah, (6) orang yang bersedekah secara rahasia, dan (7) orang yang berdzikir kepada Allah dalam kesendirian hingga matanya berlinang.' (HR. Bukhari & Muslim — Riyadhus Shalihin no. 376)