Sirah Nabawiyah
Perjalanan hidup Rasulullah ﷺ secara kronologis — dari kelahiran tahun 571 M hingga wafat tahun 632 M. 32 event utama yang menjadi pelajaran umat Islam, disusun berdasarkan Sirah Ibnu Hisyam, Ibnu Ishaq, dan Ar-Rahiq Al-Makhtum karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri.
Sebelum Kelahiran
Kelahiran & Masa Kecil
Kelahiran Rasulullah ﷺ
12 Rabi'ul Awwal Tahun Gajah (20 April 571 M)
Nabi Muhammad ﷺ lahir di Mekah pada hari Senin, 12 Rabi'ul Awwal, dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahb. Ayahnya wafat sebelum kelahirannya.
Pembelahan Dada di Bani Sa'd
4 SH
Saat tinggal bersama Halimah, Rasulullah ﷺ kecil mengalami peristiwa pembelahan dada oleh Malaikat Jibril yang membersihkan hatinya dari godaan setan.
Wafat Aminah & Abdul Muthalib
6 SH & 8 SH
Saat berusia 6 tahun, Muhammad ﷺ kehilangan ibunya Aminah. Dua tahun kemudian, kakeknya Abdul Muthalib juga wafat. Beliau lalu diasuh oleh paman, Abu Thalib.
Masa Muda
Perjalanan ke Syam & Pertemuan dengan Pendeta Bahira
12 SH (584 M)
Saat berusia 12 tahun, Muhammad ﷺ ikut Abu Thalib berdagang ke Syam. Pendeta Nasrani bernama Bahira mengenalinya sebagai nabi yang dijanjikan dalam kitab terdahulu.
Harb Fijar & Hilful Fudhul
20-25 SH
Muhammad ﷺ saat remaja menyaksikan Perang Fijar antar suku Arab, lalu ikut serta dalam Hilful Fudhul — perjanjian bela kebenaran yang sangat beliau hormati seumur hidup.
Pernikahan dengan Khadijah RA
25 SH (595 M, usia 25 tahun)
Muhammad ﷺ menikahi Khadijah binti Khuwailid, janda kaya raya berusia 40 tahun. Pernikahan monogami yang berlangsung 25 tahun, melahirkan 6 anak.
Wahyu Pertama
Kontemplasi di Gua Hira
Sekitar 7 tahun sebelum wahyu (8-3 SH)
Muhammad ﷺ sering mengasingkan diri di Gua Hira di puncak Jabal Nur, beberapa kilometer dari Ka'bah, untuk merenungi penciptaan alam. Ini berlangsung tahunan sebelum wahyu turun.
Wahyu Pertama: Iqra' bismi Rabbika
17 Ramadan, 13 SH (610 M, usia 40 tahun)
Di Gua Hira, Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama: 'Iqra' bismi Rabbikal-ladzi khalaq' — bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Ini adalah awal kenabian.
Dakwah Sirriyah
Dakwah Jahriyah
Dakwah Terbuka di Bukit Shafa
10 SH (613 M)
Setelah turun perintah 'Wa andzir 'asyiratakal-aqrabin', Rasulullah ﷺ naik ke Bukit Shafa, memanggil semua kabilah Quraisy untuk mendengar peringatan. Inilah dakwah jahriyah pertama.
Siksaan Sahabat Lemah — Bilal & Yasir
9-7 SH
Sahabat dari kalangan budak & lemah seperti Bilal bin Rabah, keluarga Yasir, Khabbab, dan lainnya disiksa kejam oleh tuan-tuan mereka untuk meninggalkan Islam. Mereka teguh.
Hijrah ke Habasyah
Hijrah ke Habasyah (Ethiopia) — Hijrah Pertama Islam
8 SH (615 M)
Saat siksaan kian tak tertahankan, Rasulullah ﷺ memerintahkan sekitar 80 sahabat hijrah ke Habasyah (Ethiopia) yang dipimpin Raja Najashi yang adil. Ini hijrah pertama dalam Islam.
Boikot di Syi'ib Abi Thalib
7-3 SH (selama 3 tahun)
Quraisy melakukan boikot total terhadap Bani Hasyim & Bani Muthalib — keluarga besar Rasulullah ﷺ. Mereka diisolasi di lembah Syi'ib Abi Thalib selama 3 tahun, kelaparan parah.
Tahun Kesedihan
Aam Al-Huzn (Tahun Kesedihan)
3 SH (619 M)
Dalam beberapa bulan, Rasulullah ﷺ kehilangan dua pendukung terbesar: paman Abu Thalib dan istri Khadijah RA. Tahun ini disebut 'Tahun Kesedihan'.
Perjalanan ke Thaif — Penolakan Pahit
2 SH (620 M)
Setelah kehilangan pelindung di Mekah, Rasulullah ﷺ mencoba berdakwah ke kota Thaif. Beliau ditolak kasar, dilempari batu hingga berdarah-darah.
Isra Mi'raj
Hijrah ke Madinah
Baiat Aqabah Pertama & Kedua
1 SH & 0 H (621-622 M)
Suku Aus & Khazraj dari Yatsrib (Madinah) bertemu Rasulullah ﷺ saat haji, masuk Islam, dan berbaiat — membuka jalan hijrah.
Hijrah ke Madinah — Awal Tahun Hijriah
1 H (622 M, Rabi'ul Awwal)
Setelah Quraisy merencanakan pembunuhan Rasulullah ﷺ, beliau hijrah ke Yatsrib bersama Abu Bakar lewat Gua Tsur. Tahun ini menjadi awal kalender Hijriah.
Pembangunan Madinah
Pembangunan Masjid Nabawi & Piagam Madinah
1 H (622 M)
Rasulullah ﷺ membangun Masjid Nabawi sebagai pusat negara Islam, mempersaudarakan Muhajirin & Anshar, dan menyusun Piagam Madinah — konstitusi multi-religius pertama dunia.
Piagam Madinah — Konstitusi Multi-Religi Pertama di Dunia
1 H (622 M), beberapa bulan setelah hijrah
Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah ﷺ menyusun perjanjian tertulis dengan suku-suku Yahudi (Bani Qaynuqa, Bani Nadhir, Bani Quraizhah) dan kabilah-kabilah Arab di Madinah. Piagam ini adalah konstitusi tertulis multi-agama pertama dalam sejarah dunia — mendahului Magna Carta (1215) lebih dari 5 abad.
Eksekusi Ka'b bin Al-Asyraf — Penyair Penghasut
Setelah Perang Badar (3 H / 624 M)
Ka'b bin Al-Asyraf, penyair Yahudi Bani Nadhir, secara terbuka menghasut Quraisy untuk balas dendam Badar dan menyerang kehormatan wanita Muslim dengan syair-syair vulgar. Setelah peringatan tidak digubris, Rasulullah ﷺ memerintahkan eksekusinya sebagai pelanggaran Piagam Madinah.
Perang Besar
Perang Badar — Kemenangan Berkah Allah
17 Ramadan 2 H (624 M)
Pasukan Muslim 313 orang vs Quraisy ~1.000 orang di Lembah Badar. Allah memenangkan Muslim dengan mu'jizat — turun 1.000 malaikat membantu.
Perang Uhud — Pelajaran Pahit
Syawal 3 H (625 M)
Quraisy balas dendam dengan 3.000 pasukan. Muslim 700 orang di Bukit Uhud. Sempat menang, tapi pemanah turun terlalu cepat dari posisi — kekalahan sebagian, 70 Muslim syahid termasuk paman Rasul Hamzah.
Perang Khandaq (Ahzab) — Strategi Parit
Syawal 5 H (627 M)
Koalisi 10.000 pasukan dari Quraisy & sekutu Yahudi mengepung Madinah. Salman Al-Farisi mengusulkan strategi GALI PARIT (khandaq) — taktik baru di Arab. Allah menolong dengan badai.
Perang Khaibar — Pembebasan Benteng Yahudi
Muharram 7 H (628 M), beberapa bulan setelah Hudaibiyah
Setelah Perjanjian Hudaibiyah mengamankan front selatan, Rasulullah ﷺ membersihkan ancaman dari utara — Yahudi Khaibar yang menjadi ancaman strategis dan provokator anti-Muslim. Kemenangan ini membuka pintu logistik dan ekonomi besar untuk negara Madinah.
Perang Mu'tah — Konfrontasi Pertama dengan Romawi
Jumadal Ula 8 H (629 M)
Konfrontasi pertama Muslim dengan superpower Romawi-Bizantium di Mu'tah (kini Yordania). 3.000 Muslim vs ~200.000 pasukan Romawi. Tiga panglima Muslim syahid berturut-turut. Khalid bin Walid mengambil komando dan mundur dengan strategi cerdas — 'pertempuran tanpa kalah'.
Perjanjian Hudaibiyah
Perjanjian Hudaibiyah — Kemenangan yang Tampak Kekalahan
Dzulqa'dah 6 H (628 M)
Rasulullah ﷺ ingin umrah dengan 1.400 sahabat. Quraisy menolak masuk Mekah. Disepakati perjanjian damai 10 tahun yang awalnya tampak merugikan Muslim, tapi Allah menyebutnya 'Fathan Mubinan' (kemenangan nyata).
Delegasi ke Raja-Raja Dunia
6-7 H (628 M), setelah Hudaibiyah
Setelah Hudaibiyah memberi 10 tahun damai dengan Quraisy, Rasulullah ﷺ mengirim utusan-utusan ke raja-raja besar dunia — Heraclius (Romawi/Bizantium), Kisra (Persia), Najashi (Habasyah), Muqauqis (Mesir), dll — mendakwahkan Islam. Ini momen Islam keluar dari semenanjung Arab ke panggung dunia.