Qadha Puasa vs Fidyah
Dua cara mengganti puasa yang ditinggalkan. Qadha = mengganti puasa di hari lain, fidyah = membayar makanan.
Terakhir diperbarui: 8 Mei 2026
Qadha
Mengganti puasa Ramadan yang batal di hari lain
- Wajib bagi yang mampu puasa setelah Ramadan
- Diganti hari demi hari (sesuai jumlah yang tertinggal)
- Boleh dicicil sampai sebelum Ramadan berikutnya
- Berlaku untuk: haid, sakit yang masih bisa sembuh, safar
Fidyah
Membayar makanan untuk fakir miskin sebagai pengganti puasa
- Bagi yang TIDAK MAMPU puasa selamanya: lansia, sakit kronis
- Setiap hari ditinggalkan = beri makan 1 fakir miskin (~1 mud / 0.6 kg beras)
- Boleh diberi sekaligus atau bertahap
- Tidak ada qadha, hanya fidyah
Perbedaan Utama
Qadha untuk yang masih bisa puasa nanti. Fidyah untuk yang permanen tidak bisa puasa.
Kapan pakai Qadha?
Haid, nifas, sakit sementara, safar, atau lupa.
Kapan pakai Fidyah?
Lansia tidak kuat puasa, sakit kronis tanpa harapan sembuh, ibu hamil/menyusui (sebagian ulama gabungkan dengan qadha).
Dalil: QS. Al-Baqarah: 184-185.