Wajib vs Sunnah dalam Hukum Islam
Lima kategori hukum Islam (al-ahkam al-khamsah). Wajib dan sunnah keduanya bernilai pahala, tapi konsekuensi meninggalkannya berbeda.
Terakhir diperbarui: 8 Mei 2026
Wajib (Fardhu)
Perintah Allah yang harus dilakukan
- Dilakukan = berpahala, ditinggalkan = berdosa
- Contoh: sholat 5 waktu, puasa Ramadan, zakat, haji (jika mampu)
- Berdasarkan dalil qath'i (Quran/hadis sahih yang jelas)
- Mazhab Hanafi: bedakan fardhu (qath'i) dan wajib (zhanni)
Sunnah (Mandub/Mustahab)
Anjuran yang sangat dianjurkan tapi tidak wajib
- Dilakukan = berpahala, ditinggalkan = TIDAK berdosa
- Contoh: sholat dhuha, puasa Senin-Kamis, sedekah
- Sunnah muakkadah = sangat dianjurkan
- Sunnah ghairu muakkadah = anjuran biasa
Perbedaan Utama
Wajib = harus, ditinggal = dosa. Sunnah = anjuran, ditinggal = tidak berdosa tapi rugi pahala.
Kapan pakai Wajib (Fardhu)?
Untuk ibadah pokok seperti sholat fardhu, puasa Ramadan, zakat — tidak boleh diabaikan.
Kapan pakai Sunnah (Mandub/Mustahab)?
Untuk amalan tambahan seperti sholat sunnah, puasa sunnah, sedekah — pelengkap iman.
Dalil: Hadis Jibril tentang kategori amal (HR. Bukhari Muslim) + ijtihad ulama ushul fiqh.