Penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al-Fatih
Ringkasan
Sultan Muhammad Al-Fatih (umur 21) menaklukkan Konstantinopel — ibukota Bizantium yang bertahan 1.100 tahun. Memenuhi nubuwwah Rasul: 'Konstantinopel akan ditaklukkan, sebaik-baik panglima dan pasukan adalah panglima dan pasukan yang menaklukkannya.'
Rincian
Konstantinopel (sekarang Istanbul) bertahan 9 kali pengepungan dalam 1.100 tahun. Muhammad Al-Fatih membawa: (1) Meriam raksasa 'Basilica' (8m, peluru 600kg) didesain insinyur Hungarian Orban, (2) Strategi: kapal-kapalnya digiring lewat darat (di-roll dengan kayu berlemak) untuk masuk Tanduk Emas, (3) Pengepungan 53 hari. Tanggal 29 Mei 1453 (20 Jumadil Awwal 857), kota jatuh. Hagia Sophia (gereja Bizantium agung) dijadikan masjid (sekarang museum, hanya kembali jadi masjid pada 2020). Konstantinopel diganti nama Istanbul.
Signifikansi
Akhir Bizantium (penerus Romawi). Memenuhi nubuwwah Rasul ﷺ. Awal Era Modern di Eropa (banyak ilmuwan Bizantium pindah ke Italia memicu Renaissance). Utsmaniyah jadi superpower selama 4 abad.