Kelahiran Rasulullah ﷺ
Nabi Muhammad ﷺ lahir di Mekah pada hari Senin, 12 Rabi'ul Awwal, dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahb. Ayahnya wafat sebelum kelahirannya.
Kisah Lengkap
Rasulullah ﷺ lahir dalam keadaan bersih, terkhitan, sambil menunjuk ke langit (versi sebagian riwayat). Saat itu, istana Kisra (Persia) yang megah retak 14 menara, api sembah Majusi padam setelah ribuan tahun, dan Danau Sawah mengering. Aminah melahirkan tanpa rasa sakit dan melihat cahaya yang menerangi sampai istana Syam. Kakeknya, Abdul Muthalib, sangat bahagia, membawanya ke Ka'bah, mendoakan, dan menamainya 'Muhammad' — sebuah nama yang belum pernah ada di Arab. Ibunya menyusui beberapa hari, lalu disusul Tsuwaibah (budak Abu Lahab), kemudian Halimah As-Sa'diyah dari Bani Sa'd selama 4 tahun.
Pelajaran Utama
- Yatim sejak lahir — Allah memilih beliau lahir tanpa ayah duniawi.
- Penamaan Muhammad ('yang terpuji') = nubuwah dari kakek beliau.
- Allah menjaga beliau di tangan Halimah, di pedalaman jauh dari fitnah Mekah.