MuslimKita
Semua kronologi Sirah
Pembangunan Madinah1 H (622 M), beberapa bulan setelah hijrah

Piagam Madinah — Konstitusi Multi-Religi Pertama di Dunia

Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah ﷺ menyusun perjanjian tertulis dengan suku-suku Yahudi (Bani Qaynuqa, Bani Nadhir, Bani Quraizhah) dan kabilah-kabilah Arab di Madinah. Piagam ini adalah konstitusi tertulis multi-agama pertama dalam sejarah dunia — mendahului Magna Carta (1215) lebih dari 5 abad.

Terakhir diperbarui: 8 Mei 2026

Kisah Lengkap

Saat Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, kota itu dihuni oleh 3 kelompok: (1) **Muhajirin** — Muslim dari Mekah, (2) **Anshar** — Muslim dari Madinah (Suku Aus dan Khazraj), (3) **Yahudi** — Bani Qaynuqa, Bani Nadhir, Bani Quraizhah. Konflik antara Aus dan Khazraj selama puluhan tahun baru saja reda dengan Islam. Untuk menyatukan Madinah dan menjaga perdamaian, Rasulullah ﷺ menyusun **Piagam Madinah (Mitsaq Al-Madinah)** sebagai konstitusi tertulis. **Isi pokok Piagam Madinah** (47 pasal): (1) **Umat Islam (Muhajirin + Anshar) adalah satu umat (ummah wahidah)**, (2) **Yahudi yang setia kepada perjanjian** dianggap warga Madinah dengan hak yang sama — bebas beribadah agama mereka, (3) **Pertahanan bersama** — semua warga Madinah wajib mempertahankan kota dari serangan luar, (4) **Larangan tindakan unilateral** — perjanjian dengan pihak luar harus melibatkan Rasulullah, (5) **Sistem peradilan** — perselisihan dirujuk kepada Allah dan Rasul-Nya, (6) **Larangan menolong musuh** — siapa pun yang membantu musuh Madinah dianggap mengkhianati piagam. **Signifikansi historis**: (1) **Konstitusi multi-agama pertama** dalam sejarah dunia, (2) **Mendefinisikan kewarganegaraan** berdasarkan loyalitas ke negara, bukan agama atau suku, (3) **Menjamin kebebasan beragama** — Muslim dan Yahudi hidup berdampingan dengan hak yang sama, (4) **Mendahului Magna Carta** (1215 M) sebanyak 5+ abad. **Piagam akhirnya dilanggar** oleh Bani Qaynuqa (membantu musuh), Bani Nadhir (rencana pembunuhan Nabi), dan Bani Quraizhah (mengkhianati saat Perang Khandaq) — yang akhirnya menyebabkan pengusiran/pertempuran. **Pelajaran kontemporer**: Islam mendukung pluralisme dan kohabitasi multi-agama dengan rasa keadilan dan saling menghormati hak.

Pelajaran Utama

  • Negara Islam ideal mengakui hak warga non-Muslim dan menjamin kebebasan beragama mereka.
  • Piagam Madinah adalah model konstitusi multi-agama dengan loyalitas berbasis kewarganegaraan.
  • Perjanjian harus dijaga — pelanggaran membatalkan haknya.