Wafatnya Rasulullah ﷺ
Beberapa bulan setelah Haji Wada', Rasulullah ﷺ jatuh sakit demam. Wafat di pangkuan Aisyah RA pada usia 63 tahun. Jasadnya dikuburkan di kamar Aisyah (sekarang dalam Masjid Nabawi).
Kisah Lengkap
Pulang dari Haji Wada', Rasulullah ﷺ jatuh sakit demam parah. Beliau memilih sakit di rumah Aisyah RA. Saat sangat lemah, beliau memimpin sholat sambil duduk, lalu mempercayakan imam pada Abu Bakar (sinyal bahwa Abu Bakar akan jadi khalifah). Hari Senin pagi, beliau sempat membuka tirai, melihat sahabat sedang sholat di belakang Abu Bakar, tersenyum. Sahabat bahagia mengira beliau sembuh. Tapi setelah masuk lagi ke kamar, kondisi makin buruk. Aisyah memangkunya. Beliau mencelup tangannya ke air, mengusapkan ke wajah, mengangkat jari ke atas berkata 'Ar-Rofiq Al-A'la' (Sahabat Yang Maha Tinggi — Allah). Jiwa beliau dicabut Malaikat Maut dengan lembut. Saat berita wafat tersebar, **Umar bin Khattab** TIDAK PERCAYA, mengancam akan membunuh siapa yang bilang Rasul wafat. **Abu Bakar** datang, masuk ke kamar Aisyah, menatap wajah Rasulullah ﷺ, mencium dahinya, menangis 'Wahai Nabi Allah.' Lalu keluar, naik mimbar, berkata: 'Barangsiapa menyembah Muhammad, sesungguhnya Muhammad telah wafat. Barangsiapa menyembah Allah, sesungguhnya Allah Maha Hidup, tidak akan wafat.' Lalu membaca QS Ali Imran 3:144. Umar terjatuh menangis, baru sadar Rasulullah ﷺ memang wafat. Beliau dimakamkan di kamar Aisyah RA, hari Selasa, di tempat beliau wafat — sesuai hadis 'Tidaklah dimatikan seorang nabi kecuali dimakamkan di tempat ia wafat.'
Pelajaran Utama
- Bahkan Rasul wafat — pelajaran bahwa hanya Allah yang abadi.
- Kepemimpinan Abu Bakar saat krisis menyatukan umat — beliau jadi Khalifah pertama hari itu juga.
- Tugas dakwah Rasul telah sempurna — kini estafet ada pada umat.