MuslimKita
Semua tata cara ibadah
Sholat

Tata Cara Sholat Mazhab Hambali

Mazhab Hambali dominan di Saudi Arabia, Qatar, sebagian UEA. Karakteristik mirip Syafi'i tapi dengan beberapa perbedaan: tangan di atas pusar (di bawah dada), qunut Subuh tidak rutin (hanya nazilah), basmalah dibaca sirr selalu. Disusun oleh Imam Ahmad bin Hanbal (164-241 H).

Terakhir diperbarui: 8 Mei 2026

Rukun

  1. 1Niat di dalam hati
  2. 2Takbiratul Ihram
  3. 3Berdiri bagi yang mampu
  4. 4Membaca Al-Fatihah
  5. 5Ruku' dengan thuma'ninah
  6. 6I'tidal dengan thuma'ninah
  7. 7Sujud dengan thuma'ninah
  8. 8Duduk antara dua sujud
  9. 9Tasyahud akhir
  10. 10Sholawat atas Nabi di tasyahud akhir
  11. 11Salam dua kali
  12. 12Tertib

Langkah-langkah

  1. 1Berdiri menghadap kiblat dengan niat di hati. Tidak dianjurkan melafalkan niat (berbeda dengan Syafi'i).
  2. 2Mengangkat tangan sejajar telinga sambil takbiratul ihram. Hambali juga mengangkat tangan saat ruku' dan bangkit dari ruku' (sama dengan Syafi'i).
  3. 3Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri DI ATAS PUSAR (tepatnya di bawah dada).
  4. 4Membaca doa iftitah, ta'awwudz, basmalah SIRR (lirih) di SEMUA sholat — termasuk sholat jahriyah. Lalu Al-Fatihah dan surat.
  5. 5Ruku' sambil raf'ul yadain.
  6. 6Bangkit dari ruku' sambil raf'ul yadain.
  7. 7Sujud (tanpa raf'ul yadain), duduk antara dua sujud, sujud lagi.
  8. 8Pada tasyahud akhir, jari telunjuk diangkat saat menyebut nama Allah dan diturunkan setelahnya (tidak terus-menerus menunjuk).
  9. 9Tidak ada qunut rutin di Subuh — sama dengan Hanafi, qunut hanya saat nazilah.
  10. 10Salam ke kanan dan ke kiri dengan 'Assalaamu'alaikum wa rohmatullaah'.

Dalil

Al-Mughni karya Ibnu Qudamah. Riwayat Imam Ahmad sangat mengandalkan hadis sebagai sumber utama.

Catatan: Perbedaan utama: (1) Niat tidak dilafalkan; (2) Tangan di atas pusar (lebih tinggi dari Syafi'i, lebih tinggi dari Hanafi); (3) Bismillah selalu sirr (mirip Hanafi, beda dengan Syafi'i yang jahr di jahriyah); (4) Tidak ada qunut Subuh rutin; (5) Raf'ul yadain di takbiratul ihram, ruku', dan i'tidal (sama dengan Syafi'i).