Tata Cara Sholat Mazhab Hanafi
Mazhab Hanafi adalah mazhab terbesar di dunia (mayoritas di Turki, Asia Selatan, Asia Tengah, Balkan). Karakteristik: niat cukup di hati, raf'ul yadain hanya di takbiratul ihram, qunut nazilah saja. Disusun oleh Imam Abu Hanifah An-Nu'man (80-150 H).
Rukun
- 1Niat di dalam hati (tidak perlu dilafalkan)
- 2Takbiratul Ihram (disebut sebagai 'fardhu', tidak masuk hitungan rukun)
- 3Berdiri (qiyam) bagi yang mampu
- 4Membaca minimal sebagian Al-Quran (Hanafi tidak mewajibkan Al-Fatihah spesifik bagi makmum)
- 5Ruku' dengan thuma'ninah
- 6Sujud dua kali dengan thuma'ninah
- 7Duduk akhir minimal seukuran tasyahud
Langkah-langkah
- 1Berdiri menghadap kiblat dengan niat di hati saja (tanpa lafaz).
- 2Mengangkat kedua tangan sejajar telinga (laki-laki) atau bahu (perempuan) sambil mengucap takbiratul ihram. Setelah itu TIDAK mengangkat tangan lagi sampai akhir sholat.
- 3Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di BAWAH pusar (untuk laki-laki); di atas dada (untuk perempuan).
- 4Membaca doa iftitah 'Subhaanaka allahumma...', ta'awwudz, Al-Fatihah, dan surat. Bismillah dibaca SIRR (lirih) di semua rakaat.
- 5Ruku' tanpa mengangkat tangan, membaca tasbih 3x.
- 6Bangkit dari ruku' tanpa mengangkat tangan, membaca 'Sami'allahu liman hamidah' (untuk imam & sholat sendiri) lalu 'Allahumma robbanaa lakal-hamd' (untuk makmum).
- 7Sujud, duduk antara dua sujud, sujud lagi.
- 8Pada tasyahud, jari telunjuk diangkat saat 'laa ilaaha' lalu diturunkan saat 'illallaah' (gerakan tunjuk-turun, bukan menunjuk terus).
- 9Tidak ada qunut rutin di Subuh — qunut hanya di witir Ramadan dan saat nazilah (musibah umat).
- 10Salam ke kanan dan ke kiri sambil mengucap 'Assalaamu'alaikum wa rohmatullaah'.
Dalil
Al-Mabsuth karya Imam Sarakhsi, Bada'i ash-Shana'i karya Imam Kasani. Hadis raf'ul yadain hanya di takbiratul ihram: HR. Abu Dawud (Ibnu Mas'ud RA).
Catatan: Perbedaan utama dengan mazhab lain: (1) Niat tidak dilafalkan; (2) Raf'ul yadain HANYA di takbiratul ihram (tidak di ruku' atau i'tidal); (3) Tangan di bawah pusar (untuk laki-laki); (4) Bismillah selalu sirr; (5) Qunut Subuh tidak rutin; (6) Witir 3 rakaat dengan satu salam (mirip Maghrib); (7) Makmum hanya membaca Al-Fatihah jika sholat sendiri.