MuslimKita
Semua artikel
Ramadan & Idul Fitri

Cara Penentuan Awal Ramadan: Rukyat vs Hisab

Terakhir diperbarui: 8 Mei 2026

Setiap menjelang Ramadan, umat Islam Indonesia menunggu pengumuman resmi awal puasa. Penetapan ini melibatkan dua metode utama yang sudah dikenal sejak dahulu: rukyat dan hisab. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menggabungkan keduanya dalam Sidang Isbat.

  1. Rukyat — Melihat Hilal

    Metode tradisional dengan pengamatan langsung bulan sabit (hilal) di ufuk barat saat maghrib tanggal 29 Sya'ban. Membutuhkan saksi yang adil.

  2. Hisab — Perhitungan Astronomi

    Metode matematis modern menghitung posisi bulan dan matahari secara presisi. Tidak bergantung pada cuaca atau visibilitas.

  3. Kombinasi Indonesia

    Sidang Isbat Kementerian Agama mengundang ahli astronomi (hisab), tim rukyatul hilal (rukyat), dan ulama. Keputusan diambil bersama.

  4. Mengapa Bisa Berbeda

    Perbedaan ±1 hari antar Muhammadiyah (hisab murni) dan NU/Pemerintah (kombinasi rukyat) bisa terjadi karena kriteria visibilitas hilal yang berbeda.

Kesimpulan

Untuk Muslim Indonesia, ikuti penetapan resmi pemerintah yang merupakan ulil amri. Selisih ±1 hari antar organisasi tidak menjadi masalah selama pondasi tauhid dan ibadah tetap sama.

Artikel terkait dalam Ramadan & Idul Fitri