Harb Fijar & Hilful Fudhul
Muhammad ﷺ saat remaja menyaksikan Perang Fijar antar suku Arab, lalu ikut serta dalam Hilful Fudhul — perjanjian bela kebenaran yang sangat beliau hormati seumur hidup.
Kisah Lengkap
Perang Fijar (yang melanggar bulan suci) terjadi antara Quraisy & Hawazin. Muhammad muda hanya membantu mengumpulkan anak panah yang jatuh, tidak ikut bertempur. Setelah perang, para pemuka Quraisy bertemu di rumah Abdullah bin Jud'an dan bersumpah membela siapa pun yang dizalimi di Mekah, baik penduduk asli maupun pendatang. Sumpah ini disebut HILFUL FUDHUL (Liga Kebenaran/Keutamaan). Muhammad muda hadir dan ikut bersumpah. Setelah menjadi nabi, beliau berkata: 'Aku menyaksikan di rumah Abdullah bin Jud'an sebuah sumpah yang lebih aku sukai daripada onta merah. Jika aku diundang untuk hal serupa di masa Islam, niscaya aku akan menyambutnya.' (HR. Ahmad)
Pelajaran Utama
- Komitmen membela orang teraniaya adalah nilai universal yang tidak bertentangan dengan Islam.
- Rasulullah ﷺ menghormati nilai-nilai jahiliyah yang sejalan dengan ketauhidan & keadilan.
- Aliansi pra-Islam yang baik tetap dihormati setelah masuk Islam.