Isra' Mi'raj — Perjalanan Spiritual ke Sidratul Muntaha
Allah menghibur Rasulullah ﷺ setelah Tahun Kesedihan dengan perjalanan ajaib: Isra' (Mekah → Yerusalem) dan Mi'raj (Yerusalem → langit ke-7 → Sidratul Muntaha → bertemu Allah).
Kisah Lengkap
Di malam yang penuh berkah, Rasulullah ﷺ tidur di sekitar Ka'bah. Malaikat Jibril datang membelah dada beliau, mencuci hatinya dengan air zamzam, dan mengisinya dengan iman & hikmah. Beliau diberi kendaraan **Buraq** (lebih cepat dari kilat). Perjalanan: (1) **ISRA**: Mekah → Masjidil Aqsa di Yerusalem. Di sana beliau mengimami sholat dengan seluruh nabi dari Adam hingga Isa. (2) **MI'RAJ**: dari Aqsa naik ke langit. Di tiap langit bertemu nabi (Adam langit 1, Isa & Yahya 2, Yusuf 3, Idris 4, Harun 5, Musa 6, Ibrahim 7). Sampai Sidratul Muntaha — batas yang tidak bisa dilampaui makhluk. Bertemu Allah (tanpa tashbih jiha — tanpa arah & tempat). (3) Diberi perintah **SHOLAT 50 WAKTU**, atas nasihat Musa, Rasulullah meminta keringanan berkali-kali, akhirnya menjadi **5 WAKTU** (pahalanya tetap 50). Beliau kembali ke Mekah saat masih malam. Esoknya menceritakan ke Quraisy — banyak yang murtad, tapi Abu Bakar langsung percaya tanpa ragu. Beliau diuji menggambarkan Masjidil Aqsa (yang belum pernah dia lihat) — Allah menampakkan masjid itu di hadapan beliau, deskripsinya 100% tepat.
Pelajaran Utama
- Sholat 5 waktu adalah hadiah langsung dari perjalanan ke langit, bukan diturunkan via Jibril seperti wahyu lain.
- Abu Bakar mendapat gelar 'Ash-Shiddiq' (yang sangat percaya) karena keimanannya pada peristiwa ini.
- Mu'jizat Isra Mi'raj memperkuat hati Rasulullah ﷺ setelah masa kesedihan terberat.