MuslimKita
Semua kronologi Sirah
Tahun Kesedihan2 SH (620 M)

Perjalanan ke Thaif — Penolakan Pahit

Setelah kehilangan pelindung di Mekah, Rasulullah ﷺ mencoba berdakwah ke kota Thaif. Beliau ditolak kasar, dilempari batu hingga berdarah-darah.

Terakhir diperbarui: 8 Mei 2026

Kisah Lengkap

Rasulullah ﷺ pergi bersama Zaid bin Haritsah ke Thaif (sekitar 100 km dari Mekah, kota tempat suku Tsaqif tinggal). Beliau menemui 3 pemuka Bani Tsaqif — semua menolak dengan kasar. Lalu mereka menghasut anak-anak & budak untuk melempari Rasulullah ﷺ dengan batu. Sandalnya berlumuran darah. Zaid melindunginya dengan tubuhnya sendiri. Beliau berlindung di kebun anggur milik 'Utbah & Syaibah bin Rabi'ah, yang mengirimkan budak Nasrani bernama Addas dengan setangkai anggur. Rasulullah ﷺ berdoa 'Bismillah'. Addas bertanya 'Kalimat itu tidak diucap penduduk daerah ini.' Beliau menjelaskan tentang kenabian Yunus. Addas mencium kepala, tangan, dan kaki Rasulullah ﷺ dan masuk Islam. Pulang ke Mekah, beliau berdoa: 'Ya Allah, aku adukan kelemahanku dan ketidakberdayaanku kepada-Mu...' Doa terkenal yang menunjukkan ketulusan beliau. Allah mengirim Malaikat Gunung yang menawarkan untuk menghimpit Thaif dengan dua gunung — Rasulullah ﷺ menolak: 'Aku berharap Allah mengeluarkan dari keturunan mereka orang-orang yang menyembah-Nya.' Belasan tahun kemudian, Bani Tsaqif benar masuk Islam.

Pelajaran Utama

  • Dakwah harus dilakukan dengan ikhlas, walau hasil tidak langsung terlihat.
  • Rasulullah ﷺ menolak balas dendam — beliau memilih sabar & doa untuk hidayah pelaku.
  • Doa Rasulullah di Thaif adalah model kepasrahan total kepada Allah.