Kontemplasi di Gua Hira
Muhammad ﷺ sering mengasingkan diri di Gua Hira di puncak Jabal Nur, beberapa kilometer dari Ka'bah, untuk merenungi penciptaan alam. Ini berlangsung tahunan sebelum wahyu turun.
Kisah Lengkap
Saat memasuki usia 38-40 tahun, Muhammad ﷺ semakin sering merenungi kerusakan masyarakat Mekah — penyembahan berhala, perbudakan, perang antar suku, perlakuan buruk pada wanita & anak. Beliau pergi ke Gua Hira (sekarang dikenal sebagai Jabal An-Nur) di luar kota Mekah, membawa bekal dari Khadijah, dan bertahannut (beribadah dengan cara yang Allah ilhamkan, bukan ibadah formal Islam yang belum turun). Beliau bisa tinggal beberapa hari sampai berminggu-minggu, lalu turun ke Khadijah untuk mengambil bekal lagi. Khadijah selalu mendukung. Periode ini adalah persiapan ruhani sebelum tugas kenabian yang berat.
Pelajaran Utama
- Kontemplasi & menjauh dari hiruk-pikuk masyarakat adalah bagian persiapan jiwa.
- Allah menyiapkan utusan-Nya melalui perenungan yang intens, bukan tiba-tiba.
- Pasangan yang mendukung (seperti Khadijah) adalah aset terbesar dalam perjuangan.