Aam Al-Huzn (Tahun Kesedihan)
Dalam beberapa bulan, Rasulullah ﷺ kehilangan dua pendukung terbesar: paman Abu Thalib dan istri Khadijah RA. Tahun ini disebut 'Tahun Kesedihan'.
Kisah Lengkap
**Abu Thalib** wafat di usia 87 tahun. Saat sakaratul maut, Rasulullah ﷺ datang dan memintanya mengucap syahadat. Abu Thalib hampir mengucapkan, tapi Abu Jahl yang ada di sampingnya berkata 'Apakah engkau akan meninggalkan agama ayah?' Abu Thalib wafat dalam keadaan tetap pada agama nenek moyang. Rasulullah ﷺ sangat sedih, berkata 'Aku akan memohonkan ampunan untukmu sampai aku dilarang.' Allah menurunkan QS At-Taubah 9:113 melarang. Beberapa hari kemudian, **Khadijah RA** wafat di usia 65 tahun, setelah 25 tahun pernikahan. Dia adalah pendukung emosional & finansial terkuat Rasulullah ﷺ. Quraisy melihat kelemahan dan menyerang lebih hebat. Suatu hari, ada yang menumpahkan kotoran ke kepala Rasulullah ﷺ saat sholat di Ka'bah — beliau pulang dengan tenang sambil berdoa.
Pelajaran Utama
- Kehilangan orang tercinta adalah ujian terberat manusia — bahkan untuk seorang Nabi.
- Abu Thalib mati tanpa Islam — pelajaran bahwa hidayah adalah hak Allah, bukan keluarga.
- Khadijah adalah cinta sejati Rasulullah ﷺ — beliau selalu menyebutnya seumur hidup.