MuslimKita
Semua Tanya Hukum
Akhlak & Adab

Bagaimana hukum memelihara anjing?

Terakhir diperbarui: 8 Mei 2026
Hukum
Boleh untuk keperluan tertentu, dilarang sebagai pet di dalam rumah

Penjelasan

**TIDAK BOLEH** memelihara anjing **kecuali untuk 3 tujuan syar'i**: (1) **Berburu**, (2) **Menjaga ternak** di peternakan/ladang, (3) **Menjaga rumah/properti** (di luar rumah). Setiap hari memelihara anjing tanpa keperluan ini akan mengurangi pahala 1 qirath (~setara gunung Uhud). **YANG SEPAKAT HARAM**: anjing di dalam rumah sebagai pet emosional (di kamar/ruang tamu/kasur), mencium anjing. **NAJIS ANJING**: ludah/jilatan anjing termasuk **najis MUGHALLAZHAH (berat)** — wajib dicuci 7 kali, salah satunya dengan **TANAH/sabun**. Bulu anjing menurut mazhab Syafi'i juga najis (Hanafi: tidak najis kalau kering). **PERLAKUAN BAIK ke ANJING**: meskipun tidak boleh dipelihara di rumah, **wajib BERLAKU BAIK** ke anjing — berikan makan/minum jika tidak punya pemilik (HR. Bukhari tentang wanita yang masuk surga karena beri minum anjing). Tidak boleh menyiksa atau membunuh tanpa alasan. **Untuk Muslim yang sudah terlanjur memelihara anjing pet**: boleh dilanjutkan asal di luar rumah, atau diserahkan ke shelter.

Dalil & Referensi (2)

  • 1
    HadisHR. Bukhari 5481, Muslim 1574
    Barangsiapa memelihara anjing kecuali untuk berburu, menjaga ternak, atau menjaga lahan, maka pahalanya akan berkurang setiap hari sebanyak 1 qirath.
  • 2
    HadisHR. Bukhari 172, Muslim 279
    Cara mensucikan bejana yang dijilat anjing adalah dengan mencucinya 7 kali, salah satunya dengan tanah.

Catatan Penting

Untuk Muslim yang adopsi anjing rescue dari shelter karena alasan kemanusiaan, konsultasi dengan ulama untuk solusi sesuai konteks Anda.

Pertanyaan terkait di kategori Akhlak & Adab