Bagaimana puasa saat di pesawat dengan zona waktu berbeda?
Penjelasan
Saat di pesawat (perjalanan ≥80-90 km), Anda berstatus MUSAFIR sehingga BOLEH membatalkan puasa dengan qadha kemudian. Jika tetap mau puasa: ikuti waktu setempat saat naik pesawat (tempat take-off untuk Subuh, tempat landing untuk Maghrib). Jika perjalanan melewati banyak zona waktu: yang paling utama ikuti zona waktu di bawah pesawat saat itu (terlihat dari layar info penerbangan), atau jika tidak diketahui — ikuti zona keberangkatan. Jika landing dan ternyata ditemukan matahari sudah terbenam → buka puasa langsung. Jika landing dan ternyata masih terang sedangkan menurut zona keberangkatan sudah maghrib → buka tetap (karena puasa Anda sudah lebih dari 12 jam matahari).
Dalil & Referensi (1)
- 1QuranQS Al-Baqarah ayat 184
“...dan barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, (lalu tidak berpuasa) maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang ditinggalkan)...”
Buka sumber
Khilaf Antar Mazhab
Pendapat ulama berbeda soal zona waktu di pesawat (ikut takeoff vs landing vs zona di bawah pesawat). Pilih yang paling memudahkan dan tetap istiqamah.
Pertanyaan terkait di kategori Puasa
- Siapa saja yang wajib puasa Ramadan?Fardhu 'Ain — wajib bagi setiap Muslim mukallaf
- Apa hukum sengaja membatalkan puasa Ramadan tanpa uzur syar'i?Dosa besar — wajib qadha + kafarat + taubat
- Siapa yang wajib membayar fidyah dan berapa kadarnya?Wajib bagi yang tidak mampu puasa permanen — bayar tiap hari
- Apakah donor darah membatalkan puasa?Tidak membatalkan — boleh dilakukan