Bagaimana cara mandi wajib setelah haid atau nifas?
Penjelasan
Mandi wajib (mandi besar/janabah) wajib setelah: (1) berhenti haid, (2) berhenti nifas, (3) keluar mani (mimpi basah/jima), (4) jima walau tidak keluar mani. **Cara mandi wajib lengkap**: (1) Niat dalam hati 'Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena haid/nifas/junub karena Allah Ta'ala', (2) Membaca basmalah, (3) Mencuci kedua tangan 3 kali, (4) Membersihkan kemaluan dan kotoran di tubuh, (5) Wudhu seperti wudhu sholat, (6) Menuangkan air ke kepala 3 kali sambil menggosok rambut sampai air sampai ke kulit kepala, (7) Mengguyur seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan, lalu kiri, pastikan air mengenai SELURUH bagian tubuh termasuk lipatan, ketiak, pusar, sela jari. **Sunnah**: tidak boros air, menghadap kiblat, menutup aurat, urutan kanan-kiri. **Bagi wanita berhaid**: tidak wajib lepas kepang rambut asal air bisa sampai ke kulit kepala (HR. Muslim 330).
Dalil & Referensi (2)
- 1QuranQS Al-Maidah 5:6
“Dan jika kamu junub, maka mandilah.”
- 2HadisHR. Bukhari 248, Muslim 316
“Aisyah RA berkata: Nabi ﷺ jika mandi karena junub, beliau memulai dengan mencuci kedua tangannya, lalu wudhu seperti wudhu untuk sholat, kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menyela-nyela rambutnya, kemudian menuangkan air ke kepalanya 3 kali, kemudian mengguyur seluruh tubuhnya.”
Pertanyaan terkait di kategori Bersuci & Najis
- Apakah menyentuh lawan jenis (bukan mahram) membatalkan wudhu?Khilaf antar mazhab
- Bagaimana cara mensucikan najis air kencing bayi?Najis Mukhaffafah (najis ringan) untuk bayi laki-laki ASI eksklusif
- Apa rukun dan tata cara mandi wajib (junub)?Wajib setelah jima', haid, nifas, mimpi basah
- Apa yang boleh & tidak boleh dilakukan wanita haid?Larangan: sholat, puasa, jima', tawaf, masuk masjid, sentuh mushaf